Semua Berita
21 Agustus 2026

Belajar dari Proses dan Pengalaman Nyata

Melalui outing ke pabrik tempe, siswa kelas 5 SD Islam Tahfizh Cahaya Qur’an belajar memahami proses pengolahan kedelai secara langsung sekaligus mengembangkan kemampuan observasi, berpikir kritis, kolaborasi, dan belajar dari pengalaman nyata.

<p>Bagaimana sebuah kedelai dapat berubah menjadi makanan yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari?<br />
Pertanyaan sederhana tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa <strong>kelas 5 SD Islam Tahfizh Cahaya Qur&rsquo;an</strong> dalam <a href="https://www.instagram.com/p/Dc7SoI-Oqwp/?hl=id" target="_blank">kegiatan outing ke sebuah pabrik tempe</a>.</p>

<p>Kali ini, ruang belajar mereka berpindah dari kelas menuju tempat di mana sebuah produk yang akrab dalam kehidupan sehari-hari diolah secara langsung. Siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana kedelai diproses melalui berbagai tahapan hingga akhirnya menjadi tempe. Apa yang selama ini mungkin hanya mereka kenal sebagai makanan di meja makan, kini dapat mereka amati perjalanan dan proses pembuatannya secara langsung. Namun, outing ini bukan sekadar tentang melihat proses pembuatan tempe. Siswa diajak untuk <strong>mengamati, bertanya, dan memahami</strong> apa yang mereka lihat. Dengan berada langsung di tempat produksi, mereka dapat memperhatikan setiap tahapan pengolahan kedelai dan menemukan berbagai hal yang mungkin tidak mereka dapatkan hanya melalui penjelasan di dalam buku.</p>

<p>Dari pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa sebuah produk sederhana ternyata memiliki proses yang panjang serta membutuhkan ketelitian dan tahapan yang saling berkaitan.</p>

<p>Pengalaman langsung juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan <strong>Observation &amp; Critical Thinking</strong>. Mereka belajar memperhatikan detail, mengajukan pertanyaan, menghubungkan informasi, dan memahami proses berdasarkan apa yang mereka lihat sendiri. Selain itu, kegiatan bersama teman menjadi kesempatan untuk belajar <strong>collaboration</strong>. Berdiskusi, berbagi pengamatan, dan saling bertukar informasi membuat pengalaman belajar menjadi lebih aktif dan bermakna. Inilah salah satu nilai dari pembelajaran berbasis pengalaman. Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dunia nyata. Mereka melihat bahwa apa yang dipelajari di sekolah memiliki hubungan dengan berbagai hal yang ada di sekitar mereka. Karena terkadang, pembelajaran terbaik bukan hanya ketika anak membaca tentang sesuatu. Tetapi ketika mereka <strong>melihatnya, mengamatinya, mempertanyakannya, dan mengalaminya secara langsung</strong>.</p>

<p>Melalui outing ini, siswa kelas 5 SD Islam Tahfizh Cahaya Qur&rsquo;an belajar bahwa perjalanan dari kedelai menjadi tempe bukan hanya sebuah proses produksi.&nbsp;Di dalamnya ada proses yang dapat diamati, pertanyaan yang dapat diajukan, pengetahuan yang dapat ditemukan, serta pengalaman yang dapat memperluas cara anak memahami dunia.</p>

<p>Sebuah perjalanan belajar yang sederhana, tetapi membawa pesan penting: <strong>ruang belajar tidak selalu memiliki empat dinding.</strong></p>

<p><strong>Learning Beyond the Classroom.</strong></p>

<p>&nbsp;</p>

Berita Lainnya

Baca juga